Sebuah penampilan mengesankan dari bibit-bibit pesepakbola muda Indonesia yang tergabung dalam The All Star Team Milan Junior Camp. Mereka berhasil mengukir sejarah dengan memenangi Milan Junior Camp Day Tournament,
yang berlangsung di home of AC Milan, Italia. Atas prestasi yang
dicapai para pemain muda penuh talenta itu, bendera Merah Putih
berkibar di Stadion San Siro, Milan. Mereka berhasil membuktikan, bahwa
dengan kerja keras, mimpi bisa diwujudkan menjadi kenyataan.
Keberhasilan anak-anak muda tanah air di Milan ini dikemukakan oleh
Yeyen Tumena dan Ricky Djoharli, masing-masing sebagai pelatih dan
manajer tim dari 17 pemain yang tergabung dalam The All Star Tean Milan
Junior Camp Indonesia.
“Mereka tampil baik dalam seluruh pertandingannya pada turnamen Milan
Junior Camp Day Tournament, yang menjadi bagian dari program All Star
Challenge AC Milan,” tulis Ricky Djoharli dalam pesan layanan singkat
yang disampaikannya Senin (18/10) pukul 12.33 WIB, atau sekitar pukul
05.33 waktu Milan.
Seperti diketahui, All Star Team Challenge AC Milan Junior Camp
adalah salah satu program pelatihan pemain muda yang tengah merintis
jalan menuju pemain kelas dunia. AC Milan Junior Camp memberikan
kesempatan kepada talenta sepakbola masa depan untuk merasakan secara
langsung program pelatihan kelas dunia ala AC Milan. Program ini telah
berjalan lebih dari sepuluh tahun dan telah dilaksanakan di 180 lokasi
di 36 negara. Untuk Indonesia, program ini melibatkan 17 anak dari
kategori usia sembilan hingga 15 tahun yang terjaring melalui AC Milan
Junior Camp di Bali dan Jakarta. Mereka bertolak ke Milan pada 13
Oktober dinihari.
Ke-17 anak muda Indonesia yang tergabung dalam progam All Star Team
AC Milan Junior Camp Challenge tersebut adalah: Samuel Budi Santoso (14
tahun/Jakarta), James Kho, (16/Jakarta), Galih Dwi Jayanto (15/Bali),
Richard Hidayat (15/Jakarta), Ferry Ferdiansyah (15/Bintan) Armando
Mamangkay (15/Jakarta), Agus Setyawan (15/Bali), Arvie Nabiel
(15/Jakarta), Eriyanto (14/Sukabumi) I Putu Angga Eka Putra (14/Bali),
M.Aek Nabara (14/Jakarta), David Nathan (14/Jakarta), Alberto Putra
Miggliavacca (13/Bali), Albani Adiyasa Zachman (13/Jakarta), Nur Nugroho
(12/Jakarta), Mahir Radja Satya Djamaoeddin (12/Jakarta), Adjani Yahya
(9/Jakarta).
Menurut keterangan Ricky Djoharli, di turnamen Milan Junior Camp Day
Tournament yang berlangsung dengan sistem setengah kompetisi itu
anak-anak Indonesia memenangkan tiga pertandingannya di babak
penyisihan, dan di babak final mengalahkan tim Italia. Tak hanya menjadi
juara, seorang pemain I Putu Angga Eka Putra asal Bali juga terpilih sebagai pemain terbaik. Selain itu, Eriyanto asal Sukabumi“best captain”. terpilih sebagai
“Pada penyisihan pertama mereka menang 1-0 atas tim Step Stone dari
Eropa, kemudian menang 3-1 atas tim UISP yang gabungan pemain Brasilia
dan Venezuela, terakhir menang lagi 3-0 atas tim USUNTP, gabungan pemain
Eropa non-Italia,” tulis Ricky Djoharli, yang sehari-harinya adalah
managing-director PT Asia Sport Development, pemegang hak ekslusif AC
Milan Junior Camp untuk Indonesia.
Pada pertandingan final yang dilangsungkan Minggu malam waktu Milan
di Stadion San Siro, anak-anak muda Indonesia kembali bermain
mengesankan untuk mengalahkan tim ASTI yang terdiri dari para pemain
Italia dengan skor 1-0.
Anak-anak muda Indonesia yang tergabung dalam The All Star Team Milan
Junior Camp ini disertai manajer tim Ricky Djoharli dan pelatih Yeyen
Tumena akan meninggalkan Milan Senin sore waktu setempat. Mereka
diperkirakan tiba di Jakarta pada Rabu (20/10) siang. Menurut rencana,
Kamis (21/10) siang tim ini akan diteriuma oleh Sekjen PSSI Nugraha
Besoes di kantor PSSI, Senayan. Menjelang berangkat ke Milan, Ricky
Djoharli, Yeyen dan timnya juga dilepas oleh PSSI dan Menegpora Andi
Alfian Malarangeng.
